Damoh: Petani Marah Macet Gara-Gara Minim Karung Dan Tidak Diterimanya Sms Di Balai Pengadaan Padi
Jabalpur

Damoh: Petani Marah Macet Gara-Gara Minim Karung Dan Tidak Diterimanya Sms Di Balai Pengadaan Padi

Meja Berita, Amar Ujala, Damoh

Diterbitkan oleh: Dinesh Sharma
Diperbarui Jum, 14 Jan 2022 18:34 IST

Ringkasan

Pusat Pengadaan Padi Maa Durga di desa Patna Mangarh kecamatan Damoh tidak memiliki karung goni selama 3 hari. Padi tidak ditimbang karena ini. Petani tidak didengar. Pada Jumat, para petani memblokir jalan Banwar Nohta dengan memasang traktor.

Damoh: Polisi berdiskusi dengan petani untuk membuka selai
– Foto : Amar Ujala

mendengar berita

Pusat Pengadaan Padi Maa Durga di desa Patna Mangarh di bawah blok pengembangan Jabera distrik Damoh tidak memiliki karung goni selama 3 hari. Padi tidak ditimbang karena ini. Petani terus menuntut, namun tidak didengar. Kelelahan, para petani memblokir jalan Banwar Nohta pada hari Jumat dengan menghentikan traktor.

Para petani di kabupaten ini menghadapi masalah akhir-akhir ini. Bahkan, bencana datang di depan petani dari semua sisi. Di satu sisi, karena cuaca yang tidak mendukung, ketakutan akan panen petani saat ini meningkat. Sehingga petani yang memproduksi gabah dan menjualnya di sentra pengadaan gabah mengalami kesulitan. Sementara itu, karena minimnya karung goni di sentra pengadaan gabah dan tidak terkirimnya SMS, petani terpaksa macet jalan.

Petani mengatakan bahwa Pusat Pengadaan Padi Maa Durga sedang dioperasikan di desa Patna Mangarh di bawah blok pengembangan Jabera di distrik Damoh. Tidak ada goni di sini selama tiga hari. Dalam situasi seperti itu, petani menghadapi masalah dalam menimbang padi. Petani terus menuntut, namun tidak ada yang mendengarkan mereka.

MLA Jabera juga telah diinformasikan mengenai hal ini, namun karena tidak tersedianya karung goni, para petani memblokir jalan Banwar-Nohta dengan traktor. Setelah situasi ricuh, polisi menghampiri dan menjelaskan kepada para petani. Pos terdepan yang bertanggung jawab juga menjamin untuk mendapatkan karung goni dan membeli setiap biji-bijian petani. Kemudian di suatu tempat kemacetan dibuka oleh para petani.

Para petani di distrik terus-menerus khawatir
Petani di distrik Damoh terus-menerus kesal. Hari terakhir itu sendiri, dalam sebuah video viral, Rs 100 diambil dari seorang petani untuk setiap karung padi. Petani terpaksa memberikan uang hasil jerih payah mereka untuk suap, sedangkan sekarang petani menghadapi kekurangan karung goni. Petani mengatakan bahwa mereka harus mendapatkan karung goni. Biarlah padinya ditimbang di mana dia puas. Kegagalan untuk melakukannya telah mengakibatkan blokade oleh mereka.

Cakupan

Pusat Pengadaan Padi Maa Durga di desa Patna Mangarh di bawah blok pengembangan Jabera distrik Damoh tidak memiliki karung goni selama 3 hari. Padi tidak ditimbang karena ini. Petani terus menuntut, namun tidak didengar. Kelelahan, para petani memblokir jalan Banwar Nohta pada hari Jumat dengan menghentikan traktor.

Para petani di kabupaten ini menghadapi masalah akhir-akhir ini. Bahkan, bencana datang di depan petani dari semua sisi. Di satu sisi, karena cuaca yang tidak mendukung, ketakutan akan panen petani saat ini meningkat. Sehingga petani yang memproduksi gabah dan menjualnya di sentra pengadaan gabah mengalami kesulitan. Sementara itu, karena minimnya karung goni di sentra pengadaan gabah dan tidak terkirimnya SMS, petani terpaksa macet jalan.

Petani mengatakan bahwa Pusat Pengadaan Padi Maa Durga sedang dioperasikan di desa Patna Mangarh di bawah blok pengembangan Jabera di distrik Damoh. Tidak ada goni di sini selama tiga hari. Dalam situasi seperti itu, petani menghadapi masalah dalam menimbang padi. Petani terus menuntut, namun tidak ada yang mendengarkan mereka.

MLA Jabera juga telah diinformasikan mengenai hal ini, namun karena tidak tersedianya karung goni, para petani memblokir jalan Banwar-Nohta dengan traktor. Setelah situasi ricuh, polisi menghampiri dan menjelaskan kepada para petani. Pos terdepan yang bertanggung jawab juga menjamin untuk mendapatkan karung goni dan membeli setiap biji-bijian petani. Kemudian di suatu tempat kemacetan dibuka oleh para petani.

Para petani di distrik terus-menerus khawatir

Petani di distrik Damoh terus-menerus kesal. Hari terakhir itu sendiri, dalam sebuah video viral, Rs 100 diambil dari seorang petani untuk setiap karung padi. Petani terpaksa memberikan uang hasil jerih payah mereka untuk suap, sedangkan sekarang petani menghadapi kekurangan karung goni. Para petani mengatakan bahwa mereka harus mendapatkan karung goni. Biarlah padinya ditimbang di mana dia puas. Kegagalan untuk melakukannya telah menyebabkan blokade oleh mereka.

Posted By : togel hongkonģ